Senin, 10 Juli 2017

LIBURAN DI SIGOLANG SAAT LEBARAN 2017

LIBURAN DI SIGOLANG.

catatan perjalanan di Bonapasogit.

oleh Ronsen LM Pasaribu



Pengganti Marhube III, kami tetap ke Sigolang tanggal 25-28 Juni 2017, selama dua hari tiga malam, terasa cukup menikmati indahnya Sigolang Nauli, huta nahuhaholongi, Huta yang akan dikenang sampai badan dipanggil Tuhan.

Mau tahu apa saja yang membuat saya senang di Sigolang?

1. Selalu yang utama, kami Ziarah di kuburan Keluarga yang kami sebut Pondom. Selalu ada semangat hidupku jika berkunjung dan berdoa di kuburan Amang, Alm BT Pasaribu dan Inang Alm Dorekas Emelia Dongoran. Sekaligus dengan kuburan keluarga dekat yang ada di Pondom ini. Melihat Pondom, sesaat bisa menerawang puluhn dekade ke masa lalu, Pasaribu yang membuka Kampung ini, sehingga sampai sekarang menjadi Raja di Sigolang. Juga ke Kuburan Uda, P.Pasaribu di Simangambat, kembaran bapakku.

2. Kebanggaan yang tiada tergantikan ketika saya membawa dan memperkenalkan "Sando dan Dian br Gultom". Saya bawa mereka ke kampung kami Sigolang Nauli. Lengkap dengan istri saya Naida Erra br ritonga, anak dan parumaen, saya anggap suatu kewajiban orang tua kepada anaknya semata wayang. Inilah kesempatan satu satunya bagi kami, memunculkannya di Sigolang. Sekalipun acara makan siang dan mangupa kepada Jemaat Gereja HKBP Sigolang, dan sebagaian masyarakat, niat kami sudah tercapai. Sando adalah generasi peneus di Desa kami sebagai Raja keturunan nantinyya, karena namanya juga telah ditabalkan nama Ompungnya, Sutan Keadilan Pasaribu.

3. Kami merasa senang luar biasa, boleh bersama dengan Huria HKBP se Resort Simangambat mengikuti Acara parheheon Sikola Minggu. 8 Huria berkumpul di Sigolang ini. Jadi ramai sekali, nampak kekompakan dalam menjamu makan maupun penginapan dengan sistem Home Stay. Terus terang, baru sekali ini saya lihat satu resort berkumpul di Sigolang dimana yang hadir juga semua Parhalado dan Jemaat. Tak terasa mereka ada jalan yang jauh dan berbukit. Semua ceria mengikutinya. Kami berkesempatan berkonstribusi memberikan Saweran kepada anak anak, mau 2000, 5000 dan 10.0000,00 mereka sangat gembira mendapatkannya. Namanya anak anak, pastilah momen ini diingat dan membawa dampak positif bagi anak generasi penerus dihari ang akan datang.
Termasuk kami diberikan Ulos sebagai tanda "Tangiang dari Praeses dan Pdt Resort, kepada kami dan anak parumaen". 

3. Pertemauan dengan Kepala Desa dan Jajaran, sekaligus ber "lebaran" boleh berlangsung hikmat dalam suasaan Halal bi halal". Selain itu, kami bermaaf maafan. Sudah clear soal Marhube, saling menjelaskan apa yang sudah dikerjakan. Sepakat Marhube tetap berlanjut tahap III, dengan direncanakan bersama waktu dan acaranya. Sekaligus kami menenyerahkan surat usul program tahun 2018 dan 2019, sebagai aspirasi perantau dan dimasukkan dalam rencana pembangunan Desa Sigolang, dari dana Desa. Program Jokowi, harus dilaksanakan pada program yang dirasakan rakyat dan menunjang ekonomi rakyat. 

4. Malam ramah tamah, pemuda pemudi, boleh berlangsung merih sekai. Musik dan lagulagu didendangkan bak artis ibukota semua bernyanyi dan nampaknya sudah tak tampak lagi "ndeso" dibagian musik ini. Sando dan Dian, larut bergembira dengan pemuda pemudi serta ditonton oleh orang tua. Lagi lagi saweran berjalan, hanya sebagai aksentuasi penanda kesukaan bagi keluarga kami dan masyarakat Sigolang. Berlangsung di Halaman rumah kami, berlangsung sampai pukul 24.00. 

Kami baru melihat para gadis gadis Sigolang, yang tumbuh besar dan cantik cantik. begitu juga pemuda sudah tumbuh remaja dan pemuda dewasa penuh semangat kreatif dan pintar menyanyi begitu juga sesi joged bersama. Biar bagaimana masa depan kita ada pada mereka ini. Mereka rata-rata sudah tamat SMA, D.III dan lainnya.

5. Air dan listrik, mendukung sekali karena Bak Mandi yang ada dirumah disuplai air dari gunung sehingga disamping melimpah, rasanya yang sangat dingin membuat perasaan segar sekali dan terkesan suasana yang khas mandi di Kampung, jauh beda waktu kecil mandi di sungai. Listrik pun kebetulan tidak ada pemadaman menambah suasana seperti di kota saja.

Semoga kegembiraan seperti ini selalu dikenang oleh masyarakat di Sigolang dan juga kami yang diperantauan.

Jakarta, 11 Juli 2017. Pkl. 12.08 WIB.

Marlin Harper Harus diajarin turun temurun untuk mengetahui kampung halaman.......Semoga liburannya membawa kebahagian bagi keluarga ya ito.

Ronsen Mangaratua Pasaribu
Ronsen Mangaratua Pasaribu Betul sekali ito Marlin Harper di Amerika Serikat. Ndeso, orang desa, sangat kita ingin rasakan dalam hidup kita ini. tak ditemukan di kota besar ya harus ke kampung, walau biaya Pesawat Mahal, Perjalanan darat seharian, tak akan bisa ditebus dengan kenangan yang diperoleh di Huta kita.
Suryani Harianja
Suryani Harianja Mantap amang ketum.ingin juga membantu kampung halaman amang semoga ada waktu sehat sehat semunya salut buat amang ketum
Ronsen Mangaratua Pasaribu
Ronsen Mangaratua Pasaribu Iya ito, kebetulan kami sudah direncanakan dan ada wktu liburan panjang saat lebaran.Terimakasih ya ito atas respon positifnya. Salam buat keluarga di Australia dan di Bali. Semoga keluarga semuanya sehat. Saya teringat waktu kita di Bali, makan duren, jalan dan foto foto.



4 komentar

Orang tua yang masih hidup didominasi oleh ibu ibu. saya memanggil Namboru Ny. Zetta Pasaribu ny Hasibuan, Mama Lae Zending Hasibuan/Guru Huria di HKBP Sigolang, begitu juga Namboru Br Pasaribu/ny Hasibuan, rata rata mereka usia 75 Tahun. Sehingga terlintas pikiran saya, bagaimana cara memilih jika mau memberikan Hadiah yang dibawa dari Jakarta?. Jadilah, memakai kategori Usia, usia diatas 45 tahun 6 bulan keatas. Baik laki maupun perempuan. Ada sekitar 25 orang, mendapat hadiah dari Parumaen Dian Gultom berupa Kain Sarung dan Baju untuk Wanita dan Baju untuk Pria. Yang baru tentu, sekarang ini sudaah jarang diberikan baju bekas, seperti saya dahulu kala pertama kali pulang kampung membawa baju yang layak pakai. Memang, jaman sudh berubah.

Pendeta H. Purba dan ibu, Preaeses HKBP Tabagsel I, dan Pdet Resort Horas Tambunan dan ibu, turut bersama kami saat berangkat dengan memakai Bus dari Sipagimbar. Acara Pesta Parheheon Sikola Minggu, dari Huria Pagaran seperti HKBP Ulumamis,(jemaat terkecil di Indonesia hanya 3 KK, pernah dikunjungi Ephours WTP Simarmata),HKBP Simangambat, HKBP Silantom Julu, HKBP Silantom Tonga, HKBP Silantom Jae, HKBP Sipagimbar, HKBP Galanggang, HKBP lainnya. Semua melaksanakan tugasnya, seperti membawa bahan lelang, lalu membeli barang dengan cara lelang, menyampaikan Koor dan Tortor. Jenis lelang, saya perhatikan : Lomang, Bir, Ayam, Ikan, Buah, Ulos. Luar biasa semangat jemaat di Desa desa ini, karena semuanya bisa tertib baik saat menginap, makan bersama dan mengikuti semua acara. Tak ketingglan juga Pemuda yang bertanggung jawab melayani serta pemuda dan ibu ibu memasak, dengan cekatan melaksanakan tugasnya. Tepat waktu semuanya bisa makan dan masuk Gereja. Puji Tuhan. Inilah salah satu buah perjuangan Bapak Saya dahulu BT Pasaribu agar memperjuangkan HKBP masuk Resort Simangambat, katimbang selama ini masuk ke HKBP Sipiongot. Sayang, ditengah jalan, karena licin jalan, bapak menginap dan Tuhan berkehendak lain, saat tidur, bapak Meninggal dunia.

Perjalanan kali ini penuh suka cita dan peristiwaa yang belum pernah menggunakan mobil reguler. Jakarta-Kualanamu, transit lanjut ke Silangit, Tapanuli Utara. Situasi lebaran, tampak ramai dan tentu dengn tarif khusus karena lebaran. Mahalnya hampir 3 kali reguler, sebagai pengalaman tersendiri. Tapi tak apa, harus berkorban demi pulang kampung. Lanjut dengan Mobil adek Arifin Pasaribu, yang menunggu kami di Humbahas, malamnya. Silangit - Simangambat kami lalui lewat jalan raya yang kondisi jalan ada yang mulus hampir 70 % tapi ada bebatuan 30 %. Lalu, Simangambat- Sigolang kami lalui dng Mobil reguler, hampir 2 jam sudah tiba di kampung Sigolang takmengalami kesulitan. Sama dengan kembali, memakai Sibualbuali. Mengingat pulang lebaran, penumpang banyak sekali, sampai penumpang laki laki naik ke atas mobil. Ini pengalaman pertam saya pulang memakai mobil reguler namun demikian mendapatkan sensasi seperti penumppang kebanyakan. Jika selama ini selalu membawa mobil sewaan atau sendiri, dengan garda dua, Toyota Land Cruyser atau mbil setara. Tapi kali ini sengaja naik mobil reguler. Asyik asyik aja menambah pengalaman dan ada bahan cerita.

Bertamu ke rumah Adek Pandapotan Pasaribu. Selepas dari Kuburan, Ziarah, membersihkan Pondom, kami mampir untuk beramu ke rumah anggi kami keluarga Pandapotan Pasaribu. Wajar sejak saya pulang hampir tak pernah mampir bertamu tapi mereka datang kerumah seelalu. Maknanya, kami sama sama senang, ceritaa anak anak mereka kerja dimana saja, ada yang ahli dibidang komputer, ada yang nikah ke keluarga yang semuanya baik baik. Syukurlah. Itulah warna warni berkeluarga di Kampung halaman ini. Sajian mereka hanya teh manis dan pisang. Ketulusan seperti ini masih kami dapatkan di kampung.


EmoticonEmoticon