Selasa, 11 Juli 2017

TAGOR TAMPUBOLON, SANG KOMPONIS BATAK MASA KINI



TAGOR TAMPUBOLON,
SANG KOMPONIS BATAK MASA KINI

Oleh Ronsen LM Pasaribu

Sebagai pemerhati dan pecinta lagu-lagu batak, Undangan 35 Tahun : Tagor Tampuboolon berkarya, dibawah tag line “Tangiang ni Dainangi” di Toba Dream, Jumat 7 Juli 2017, pukul 19.00 WIB tidak saya sia-siakan. Rasa penasaran mendorong diri saya untuk berkorban, pergi menonton karena ekspektasi kepuasan mendengar penyanyi-penyanyi papan Atas segmen lagu batak seperti Victor Hutabarat, Joy Tobing, Margareth Siagian, RNB Trio, Buntora Situmorng, Tagor Tampubolon sendiri, dan lainnya seperti The 2 Ins (anak Eddy Silitonga,Alm), Family Trio dengan MC Vanda Hutagalung.

Ruangan Toba Tabo dengan tehnologi yang peringkat atas di rumah panggung di Jakarta, seakan menyempurnakan semua stage seniman batak kali ini. Dan, penikmatnya lagu batak, juga tampak penuh, seperti Otto Hasibuan, Syukur Nababan, Nurdin Tampubolon, Berlin Tampubolon, Ronsen Pasaribu, dan banyak lagi yang saya tidak mengenalnya berbaur, tak bergeming sejak awal sampai akhir.

Lahir di Huta Panombean, 12 Juli 1959, dari keluarga seniman, ayahnya Fridolin Tampubolon dan ibu Rency br Simanjuntak, mengawali nekat ke Jakarta tahun 1976.  Bercita-cita jadi orang berhasil dibidang seni musik dan cipta mencipta lagu. Sosok Johannes Purba, sang idola yang banyak memberi ilmu seni dan cipta mencipta lagu.

Usia 18 Tahun, mencipta lagu yang dibawakan Eddy Silitonga dengana judul “Poda”. Ini pintu pandora bagi beliau, mencipta lagu berikut karena mendapat pengakuan masyarakat. Berikut meluncur lagu-lagu lain semuanya menjadi “hits” seperti “anakkonhu” oleh Hutauruk Sisters, “Didia ho Among” oleh Nur Afni Octavia, “Butet” oleh Eddy Silitonga, “Alani hot oleh Ade Manuhutu, “Inangku oleh Diana Nasution”. 

Namun demikian, Victor Hutabarat yang paling banyak membawakan lagu Ciptaan Tagor Tampubolon seperti : Tangiang ni Dainang, lalu Rita Butar-butar duet dengan Jhony Manurung “Nadua gabe sada”.  Dalam perkembangan, lagu Tigor ini menjadi lagu yang dibawakan papan atas Indonesia seperti Edo Kondologit (Papua) dan Herman Delago (Austria) membawakan lagu Poda dengan Aransemen Vicky Sianipar. Trio Ambisi, Trio Lamtama, Trio Alexis.

Seorang Tagor Tampubolon, selain menciptakan pop batak, juga lagu-lagu Rohani, khusus untuk HKBP.  Misalnya yang hits yaitu lagu “Partondion oleh Victor Hutabarat” dan “Ompu Nomensen oleh Sembilan Pencipta lagu’.  Catatan ini hanya beberapa yang hits, namun masih ada “enam ratusan” yang beredar dalam bentuk CD dan VCD sampai saat ini.

Menyaksikan penampilan malam ini, patut para hadirin dan termasuk saya mengucapkan “selamat  dan apresiasi” atas seorang Pencipta lagu yang sangat produktif, dengan jalur musik yang populer diterima oleh semua segmen pendengar, tua muda dan anak anak sekalipun senang dengan lagu ciptaannya. Malam ini, yang mencuri perhatianku yang paling besar adalah Tangiang ni Dainang dibawakan Victor Hutabarat, Didia ho Amang dibawakan Joy Tobing.

Dalam catatan saya, Tagor Tampubolon sudah bisa disejajarkan dengan Komponis pada jamannya, yaitu Nahum Situmorang, S.Dis dan Rinto Harahap. Ketiganya sudah almarhum tapi ciptaannya selalu dinyanyikan di segala acara.

Ciptaan S.Dis dengan lagu monumental “O Tano Batak, Borhat ma dainang, Boasa dung Bot Ari, Adong huida sada bunga, dan lainnya dimana proses penciptaannya selalu didiskusikan dengan Nahum Situmorang, baru dinyanyikan oleh Keluarga. Setelah itu baru dinyanyikan ke umum. 

Demikian diceritakan Alm Ny. Nurmala Sitompul-Panjaitan kepada saya waktu beliau hidup. Lagu lagu itu, banyak dinyanyikan oleh sang Cucu yang kita kenal dengn penyanyi papan atas juga di lagu batak dan populer “Christine Panjaitan”. 

Dengan melihat produktifnya pencipta lagu batak, sejak Nahum Situmorang, S.Dis, Ismail Hutajulu, Soaloon  dan banyak lagi dan terakhir Tagor Tampulonon. Membuat kita optimis trend lagu batak akan bergerak meningkat terus sebagai upaya membangun budaya seni dan produksi lagu-lagu yang mampu mendongkrak kesejahtraan musisi orang batak. Ini missi beliau yang disampaikan ke saya, dalam bincang malam hari itu. 

Sedang realitanya, pandangan pessimis selalu muncul dari musisi orang batak. Akar masalahnya bukan karena orang batak tidak senang lagu batak, bahkan sangat disenangi namun industri musik ini yang belum menemukan formulasinya. Bajakan hak cipta yang menghantui, pembayaran hak cipta yang tidak diindahkan, termasuk regulasi hak ciptanya termasuk pengawasan dari aparat hukum yang masih sangat lemah. Kapan bisa diatasi kompleksitas permasalahan ini?, perlu gerakan massal bagi semua stake holder, menurut saya.

Saran buat Seniman masa kini.

Asa masih kita kibarkan, sepanjang kita masih senang seni musik, selama itu kita berharap musik itu eksis, maju dan profesional sehingga kelak suatu ketika, setiap lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi dalam even komersil akan otomatis bisa di bebankan pajak dan transfer otomatis kepada pencipta. 

Seniman bisa menerimanya dalam bentuk pensiun sampai meninggal, seperti apa yang dialami oleh sahabat saya, Thomson Napitupulu, yang berkecukupan menikmati hasil karyanya selama aktif di bidang Seni di Perancis, luar Negeri dimasa pensiunnya. 

Model ini sebagai raw model dibidang budaya kesenian ini harus kita bangun, supaya bakat seni suara dan musik lagu batak bisa menjadi bidang profesional sumber hidup dan penghidupan pelaku seni ini. Penikmat lagu juga perlu di didik menghargainya dengan membayar hak cipta setiap melagukan lagunya di tempat komersil.

Jayalah Musik Indonesia, Jayalah Musik Bataak, Jayalah Seniman Batak.


Jakarta, Selasa, tanggal 11 Juli 2017. Pkl. 20.20 WIB.

RLMP.




Partondion :

Di parmahan Tuhani, do partondionki
Di parorot Tuhani do parngoluonki
Tung massai basa do i Tuhan tu ngolukki
Di togu au, ditogu ahu sian nagolap i

Uju di nalilu ahu, tangs do tondiki
Uju di nalilu ahu, dao sian ho Tuhan
Sai gulut di arta do, di parngoluonki
Asi roha dia ahu tuhan, husomba do Ho

Hodo rajangku, Hodo rajakku
Husomba ho tuhan 2 x
Hodo Rajakku, Hodo Rajakku
Disesa Ho do, nasa dosakki.

Lagu Vavoritku adalah
Poda.......
Boru Panggoaran.....
Tangiang ni Dainangi ......dan
Didia Ho Amang........

(selalu saya bawakan jika ada kesempatan bernyanyi, dengan baik).

Obed Hutabarat Hebat dan memang Keren !


·
Ronsen Mangaratua Pasaribu
Ronsen Mangaratua Pasaribu Mugkin ada kesan lae Obed Hutabarat dan tanggapan atas saran saya di akhir tulisan tentang masa depan seniman batak. Lae adalah salah satu penyanyi yang sudah papan atas di kalangan orang batak, baik rohani maupun populer bisa merasakan masalah dan tangangan riel dilapangan.
·
Jerry Sihombing
Jerry Sihombing Hebat. Didia do huta Panombean on tulang?


Ronsen Mangaratua Pasaribu
Ronsen Mangaratua Pasaribu Tapanuli Utara do on bah. alai dipahantus dongan na umbotosa ma. mauliate bere Jerry Sihombing.


Sampe Purba
Sampe Purba Tabo nai masuk dalam short list undangan, ate Tulang. Mauliate ma


Anjur Rumahorbo
Anjur Rumahorbo Tagor Tampubolon memang hebat
Khas dan kata kata syairnya menyentuh dan menggugah, selamat buat bang Tagor Tampubolon,

Richard Sang Info yg inspiratif dan berwawasan

Hapus
Pardomuan Sianipar
Pardomuan Sianipar Bukan main do memang pencipta lagu2 Batak on, songon nanidok laenta Delago Manik halak Austria i tingki wawancara ibana di program TV Metro, didok ibana lagu2 Batak i ndang holan tu halak Batak sambing alai tongdo konsumen na halak Barat. Didok ibana muse alunan ni lagu2 Batak i songon alunan na bersifat Universal jadi cocok tu na binoto ni ibana di Barat. Molo ninna rohangku memang na lobi do pasu2 ni Tuhan i tu halak Batak. Boasa ndang tu halak Menado manang Ambon? Hape sama2 Kristen do hita dohot nasida

Berlian Tampubolon
Berlian Tampubolon Mantaaap... Laeku

Pardomuan Sianipar
Pardomuan Sianipar Mengenai pembajakan lagu yg berupa hak cipta memang Indonesia surga pembajakan industri lagu2 walaupun sudah ada undang2nya yg keras dan malahan yg pernah sy tahu dimana para seniman artis penyanyi itu ikut ke pasar mengawasinya tapi tetap saja selalu terjadi pembajakan. Mungkin lebih baik bila mau terima hak propertinya langsung diterima dimuka dgn resiko lagu itu jadi milik masyarakat yg tidak usah lagi dituntut ulang ke perusahaan perekam pembayar pertama itu di hari esok kemudian seperti yg dialami oleh penyanyi BIMBO yg selalu dikalahkan pengadilan sebab mereka menuntut lagi REMACO agar pembayaran hak ciptanya dilakukan seumur hidup ( ?? ) padahal menurut janji pertama kali lagu2 Bimbo itu sudah langsung dijual langsung tanpa ada lagi tuntutan hak cipta.Ini resikonya!!



 



6 komentar

Sampe Purba Tabo nai masuk dalam short list undangan, ate Tulang. Mauliate ma :

Ya, saya diundang oleh Lae Berlin Tampubolon. Memang, sejauh ada kesempatan, keinginan menonton lagu atau konser lagu batak sangat kuat pada diri saya. Kesempatan itu yang sulit. Sebab, walau bukan memiliki suara yang bagus, Seni suara ini alah satu hobi sejak kecil. Sejak NHKBP dan Mahasiswa sebagai pelatih Paduan Suara dn dirigentnya. Di kantor, karena orang berfikir orang batak pintar nyani, jadi saya mau tak mau jangan sampai dibilang bukan orang batak akhirnya percaya diri muncul untuk beraani nyanyi dihadaan orang banyak. Itu saja bere Sampe Purba.

Anjur Rumahorbo Tagor Tampubolon memang hebat
Khas dan kata kata syairnya menyentuh dan menggugah, selamat buat bang Tagor Tampubolon,
RP : Kekuatan dan kesuksesan Taogr ini saya lihat pada dua hal. Pertama lirik, keluar dari pakem biasa yang berbentuk syair dengan panduan nada yang berulang, tapi lebih bebas mengalunkan mengikuti isi atau narasi lagu itu sendiri. Jarang pencipta lagu seperti ini, hanya bisa diikuti oleh bebrapa pencipta seperti Johannes Purba. Kedua, syairnya memiliki pesan yang kontekstual yang dirasakan oleh pendengar. Jadi, boleh saya sebut beliau "pejuang pembangunan melalui syair lagu, dikalangan orang batak".

Richard Sang Info yg inspiratif dan berwawasan.
RP : Terimakasihh lae Richard Sang di Pekanbaru, pemilik "Sapulidi" sebuah sanggar pembinaan karya seni dan proesi bagi anak muda. Jika tulisan ini bisa sebagai sumber inspirasi dan berwawasan luas kepada kemajuan Budaya Batak, khususnya dibidang Seni mudik dan bisnis, saya bersyukur. Memang jauh didalam lubuk hati saya, secara pribadi maupun sebagai Ketua Umum Forum Bangso Batak Indonesia, sektor musik dan lagu batak ini sesuatu bidang yang masih sakit dan bermasalah. Banyak yang pintar, profesional teapi belum bisa menjadikan sumber penghidupan. Kenapa??, itulan pertanyaan besarnya. harus kita bedah dan cari jawabannya. Tagor juga memberitahukan kepada saya niatnya agar seni dan cipta lagu bisa hidup layak para seniman kita.

Berlian Tampubolon Mantaaap... Laeku

RP : Memang mantap lah Tagor Tampubolon, baru ini saya lihat marga Tampubolon sebagai musisi terkenal. Beliau rendah hati dan visioner. Saya senang hadir dan mendengar suara dan ciptaannya. Artikel inilah sebagai ungkapan saya dan FBBI buat orang batak yang berprestasi ini. Kami dorong terus untuk move on, ditengah badai masalah dibidang seni musik batak ini. Yakin lah setiap ada masalah pasti ada jalan keluar. Kita usaha dan berdoa ya lae. Oh ya terimakasih sudah mengundang saya untuk hadir. Lain kali kalau ada momen atau even lagi jangan lupa mengundang saya ya lae. Syalom

Pardomuan Sianipar Mengenai pembajakan lagu yg berupa hak cipta memang Indonesia surga pembajakan industri lagu2 walaupun sudah ada undang2nya yg keras dan malahan yg pernah sy tahu dimana para seniman artis penyanyi itu ikut ke pasar mengawasinya tapi tetap saja selalu terjadi pembajakan.

Mungkin lebih baik bila mau terima hak propertinya langsung diterima dimuka dgn resiko lagu itu jadi milik masyarakat yg tidak usah lagi dituntut ulang ke perusahaan perekam pembayar pertama itu di hari esok kemudian seperti yg dialami oleh penyanyi BIMBO yg selalu dikalahkan pengadilan sebab mereka menuntut lagi REMACO agar pembayaran hak ciptanya dilakukan seumur hidup ( ?? ) padahal menurut janji pertama kali lagu2 Bimbo itu sudah langsung dijual langsung tanpa ada lagi tuntutan hak cipta.Ini resikonya!!

RP : Menurut saya, harus gerakan seperti Saberpungli ini lae. Aturannya dan pengawasannya. Sangksinya harus beraat. rumah musik harus bayar setiap lagu diputar. ada kontrolnya. pembayaran otomatis, seperti di luar negeri. jadi, orang akan takut membajak dan merekam digital. sekarang sangat mudah merekam digital tanpa terkontrol pemerintah. Saraan lae salah satu alternatif, yang menarik dibahas. Bayar dimuka.

Tulisan ini sudah dibaca Komponis kita Tagor Tampubolon dan mengajak saya untuk bertemu untuk mendiskusikan tindak lanjut ide beliau untuk mengelola musik batak di Negeri ini. Saya menanggapi menyetujui, tengah diatur kapan bisa bertemu. Bersama dengan Lae B Tampubolon. Semoga pertemuan terjadi, memulia bicara hal yang baik perlu dilakukan. Sebagai langkah awal.


EmoticonEmoticon