Sabtu, 09 November 2019

“AKU PAHLAWAN MASA KINI”


“AKU PAHLAWAN MASA KINI”
Oleh Ronsen LM Pasaribu.

Khotbah tadi di Gereja, menyinggung soal Hari ini hari Pahlawan, dikaitkan dengan topik minggu ini, hendaknya kamu mendengar dan melaksanakannya. Jika kita kaitkan dengan hari ini hari pahlawan, tidak lepas dari pesan khotbah tersebut, jika kita mendengar sebuah perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Saya sampai sekarang adalah arek Suroboyo, sejak tahun 1983 tinggal di Surabaya, Jawa Timur), dimana banyak diantara mereka yang meregang nyawa, berjuang hanya dengan bamboo runcing, dan secara fenomenal menurunkan bendera penjajah Belanda dari puncak Hotel Majapahit, di Jalan Tunjungan Surabaya dengan menaikkan Bendera Merah Putih.

Kita jika mendengar kejuangan itu, sehingga memukul penjajah dari Kota Surabaya, dan mendaulat Surabaya menjadi Kota Pahlawan, yang diperingati setiap tahun. Saya membaca, Thema tahun ini adalah Aku Pahlawan Masa kini”.

Karena bicara “aku”, maka adresnya adalah kepada kita secara pribadi. Harus kita menerima tongkat estafet berjuang melawan penjajah. Dahulu penjajah adalah benar penjajah negeri, secara politik. Sekarang, bukan lagi, sudah pasti kedaulatan ada ditangan kita RI. Untuk mengisinya masih ada permasalahan yang sangat seru, yaitu kejuangan kita memajukan rakyat (belum memakmurkan, sesuai cita-cita). Memajukan, berarti melaju setahap dua tahap bila perlu bertahap tahap dari aqua kondisi sekarang ini. Jika sekarang, kehidpan kita hanya sekedar makan saja, maka perlu ditingkat majukan ketahap berikut, bisa menyekolahkan anak, sampai lulus dan bekerja masing-masing. Selain itu, kita perlu sebagai motivator bagi lainnya, setelah kita selesai dengan diri sendiri. Itulah mengisi thema aku pahlawan masa kini.

Pahlawan, memiliki idealisme yang tidak praktis, tidak hanya mengejar jabatan atau imbal jasa, jika kita berbuat sesuatu kepada sesame kita. Tapi, melalui diri kita mampu membuat orang menjadi terinspirasi, bekerja lebih maju lagi dari statusnya saat sekarang ini. Sehingga, semua bergerak maju secara bersama.

Jika alamatnya ke saya, maka saya menjawab, apakah saya sudah menjadi pahlawan masa kini?. Selama bekerja waktu aktif, rasanya tanggung jawab kantor yang saya pikul tidaklah ringan. Sekali lagi, mengingat judulnya “ada saya”, maka dalam posisi pensiunan saat ini tidak salah juga menceritakan sejauh mana saya sudah berbuat membangun negeri, sekalipun tidak besar.

Selaku Kepala Kantor di Surabaya, Lumajang, Sidoarjo, Kota Malang, Mojokerto, Kota Medan  terakhir Jakarta Pusat, memimpin banyak unit pelayanan Kantor Pertanahan dalam mensertipikatkan tanahnya, ijjin lokasi, hak tanggungan dan balik nama serta lainnya. Meningkat jadi Kepala Bagian TU, Kabid HTPT DKI, Kanwil Riau dan Direktur Land Reform, Pemberdayaan Masyarakat dan Konflik Pertanahan. Catatan Kakanwil nomor satu di Propinsi dan Direktur, nomor satu di Indonesia, sekalipun fungsinya direction, pertnaggung jawaban ke atasan, tapi lingkupnya Indonesia di bidang masing-masing. Dakhiri dengan Penasehat Ahli Menteri selama 2 tahun. Lepas itu, memimpin ormas, Forum Bangso Batak Indonesia. Sebuah perkumpulan yang memiliki 8 DPD dan banyak DPC, sebagai ormas pemberdayaan masyaakat memajukan bangso batak di bonapasogit dan ditempat masing-masing.

Jauh dari memberitahukan apa yang sudah saya perbuat, tetapi yang mau saya katakana, saya sudah menghabiskan waktu, dalam melaksanakan semua tugas fungsi yang berbeda beda, sebagai tugas Negara dalam memajukan rakyat Indonesia. Jika ini dipandang berguna, puji Tuhan. Jika ini disebut skala keberhasilan, masih jauh dari ukuran signifikan.

Kembali ke thema hari ini, mari kawan agar kita mau mendengar dan melaksanakan apa yang dapat kita kerjakan, sekecil apapun itu asal merupakan bagian tugas pemerintah dalam memajukan masyarakatnya, kearah yang lebih maju dari sekarang ini.

Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2019. RP.





EmoticonEmoticon