Selasa, 12 November 2019

MENGENAL SEKILAS SANG GUBERNUR SUMUT, BAPAK EDY RAHMAYADI.



Disela acara pembukaan Ulos Fest 2019, di Gedung Museum, RI, tanggal 12 Nov 2019 pkl 10.00 WIB, Gubernur hadir, tidak hanya membawa ulos 500 M MURI Ulos terpanjang, dan penari terlatih dari Humbahas, namun memberikan sambutan dan key notes speaker sekitar 30 minit.

Semua tertuju dari ucapan beliau, kata perkata dicermati oleh hadirin yang hampir semua perantau yang tinggal di Jakarta.

"saya berbicara dihadapan orang Jakarta, bukan orang yang tinggal di Sumut". Nampaknya, kesan beliau ada sesuatu yang terpendam bahwa jika datang ke kampung halamanmu, bawalah yang baik baik, marsipature hutana be. Saya mendengar, banyak yang membully saya, tak apa. Sekarng pun saya curhat, sebenarnya saya baik, saya orang Sumatra Asli, saya suku Melayu beristri br Lubis, jelas orang batak.

Orang Jakarta banyak yang tidak saya senang, karena tidak mendukung saya. Nah, pertemuan hari ini berharap agar pertemuan kecil ini, saya manfaatkan untuk bertemu, curhat apa yang saya harapkan dari orang batak di Jakarta ini.

Setahun, saya belajar, apa yang terjadi. Oleh karena itu, tiba pada kesimpulan, mari kita membangun Sumut kedepan. Jangan lagi membully. Karena yang terjadi,dikantara kita kurang informasi. Bagi saya, agama adalah pilihan. jadi, tidak boleh agama digunakan alasan untuk kita bersama sama. Saya punya hubungan yang sangat erat dengan orang batak. yang menjadi kodrat adalah suku. itu bukan pilihan. jadi kita tak boleh gunakan itu untuk tidak bersatu.

Batak Center, ternyata bisa menjembatani itu semua. Kedepan, saya ingin lebih besar panggung ini dengan peserta yang lebih luas lagi.

Nah, keterbukaan itu, kami gunakan disela kesempatan sempit dengan sang Gubernur saat rehat di kursi. Ketum FBBI dan Sekjen, berfoto dan bincang sepertlunya. Ya, kita ketemu di Medan kita bicarakan bersama, begitu jawaban beliah ketika perkenalan FBBI dengan penjelasan bahwa FBBI ormas "pemberdayaan masyarakat di Bonapasogit, yang pernah melaksanakan Pelatihan Perhotelan 3 hari di Samosir.

Jadi kesimpulannya, kesan Gubernur keras, berpihak, bagi saya sudah sirna. Beliau, tegas karena tentara, tapi hatinya lembut dan menunjukkan kebapaan dari semua suku dan agama masyarakat Sumatra Utara maupun para perantau.

Semoga, rencana audience dengan beliau terlaksana setelah kepengurusan DPD FBBI Propinsi Sumatra Utara, selesai agar sekaligus berkenalan dengan meminta arahan seperlunya..

Hidup Ulos Fest 2019. oleh Batak Cener, sebagai organisasi yang khusus mengeksekusi kegiatan Habatahon yang didirikan atau digagas oleh dua ormas yaitu FBBI dan YPDT. kemudian ditengah perjalanan, bergabung Forum Peduli Bonapasogit yang dikomandoi oleh Ketum BC, M Tampubolon.

Jakarta, 13 Nov 2019, RP.

1 komentar so far

di FB, ada yang menulis tulisn ini tulisan kosong. Yah, memang menuliskan curhatan gubernur harus hati hati. jujur saya harus memberikan penilaian positif ke beliau karena FBBI memandang siapapun gubernur adalah bapak kita, pemimpin kita. kitapun hars belajar jadi masyarakat yang baik. tidak munafik. dia adalah pilihan rakyat yang harus dihormati. tidak ada manusia sempurna, tapi pasti ada sisi positif yang berguna bagi kita masyarakat sumatra utara.


EmoticonEmoticon