Selasa, 19 November 2019

MENGGUNAKAN FASILITAS KARTU INDONESIA SEHAT


MENGGUNAKAN FASILITAS KARTU INDONESIA SEHAT

Jika saya menoleh kebelakang, selama bekerja, ternyata gajiku selalu dipotong uang Asuransi Kesehatan, yang dirubah nama programnya BPJS sekarang ini. Pungutan itu secara otomatis. Jika saya sekarang ini pensiunan pada Golongan IV E, maka rumah sakit yang dapat digunakan adalah kelas I.

Namun, selama ini jika saya sakit atau berubat, selalu berfikirnya mana tempat dokter yang paling bagus, bergitu juga rumah sakitnya. Sampai sampai saya hafal, bagaimana mencari rumah sakit dan dokter yang paling baik, yang mampu menyelesaikan keluhan selama ini. Sakit kers dan sakit ringan, selalu pergi ke rumah sakit yang ternama, baik di Surabaya, Jakarta bahkan ke Island Hospital, Penang Malaysia. Bahkan pernah ke Elisabeth Hospital Singapore.

Itu dulu, ketika akttif, beda dengan sekarang. Saat pensiunan, ditengah berjalannya usia sudah katakana 64 tahun, kesehatan itu menjadi issue menonjol saat ini. Sudah barang tentu, biaya kesehatan ini cukup signifikan besarnya. Karena itu saya dan istri berketetapan hati untuk memanfaatkan BPJS yang kebetulan teramat sering disampaikan oleh masyarakat dan Presiden Jokowi.

Terbayanglah yang tidak tidak kedepan ini, seumpama menyaksikan kawanku almarhum Shinta br Siegar yang cuci darah dua kali seminggu, tanpa beban berat karena menggunakan fasiltas BPJS. Itulah yang memotivasiku dengan mengajak istri, hayo kita urus BPJS kita, perpindaha dari Surabaya ke Jakarta.

Mengurus kartu BPJS, tidak mudah sekarang ini. Surat Keterangan hilang kepolisian menolong jika berkas tak Nampak sebagai syarat. KARIP, hilang, hanya dibah 5 minit sudah selesai. Keterangan Kehilangan di Kepolisianpun tak butuh waktu lama. Mengurus BPJS di Wilayah Jakarta Baratpun,cepat. Terasa sekali ada perubahan pelayanan itu, terasa bagi masyarakat yang membutuhkan.

Syarat dan ketentuan BPJS,  Kartu Peserta harap dibawa ketika berubat, apabila kartu disalah gunakan akan diberikan sanksi; apabila ada perubahan atau kehilangan Kartu segera lapor ke kantor BPJS Kesehatan setempat. Pusat layanan informasi BPJS Kesehatan 1500400. www.bpjs-kesehatan.go.id.

Nah, hari ini, saya dan istri mencoba, dengan tahapan pertama di Puskesmas terdekat. Ada dokter umum,  registernya pun sudah on line. Mereka semua memakai HP memonitor sejak Puskesmas sampai ke Puskesmas Kecamatan untuk mengecek darah, dan jantung.

Permasalahan hanya pada kesabaran untuk antri dengan ratusan masyarakat yang mengurus dana tau berubat di Puskesmas, dengan KIS. Sabar mengantri, itu saja. Anggap dan gunakan berbincang dengan sesame masyarakat menambah kenalan serta menambah luas pengetahuan kita atas penderitaan orang lain.
Hari ini, periksa darah, gula, trigiselirt (kekentalan darah), darah tinggi, dan rekam jantung. Adalah penyakit lamaku untuk kekentalan darah ini, yang memerlukan harus makan obat secara terus menerus. Hampir semua bagus, kecuali dua yaitu trigiselirt dan gula pasca dua jam makan. Ini info baru bagi saya. Sehingga harus lebih ketat mengurangi makan yang mengandung gula. Namun tetap olah raga dan minum air putih saran utama kedepan ini.

Yang jelas, sejak sekarang saya sudah terbebas untuk biaya pengubatan, sampai kapan pun diperlukan. Asalkan ada fasilitas BPJS. Catatan saya hari ini adalah betapa indahnya konsep kesehatan ini, kenapa tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Seandainya saya ke rumah sakit, maka uang Rp. 5.000.000,00 lebih harus sudah keluar, sebab cek darah, cek jantung dan obat obat yang terdiri 5 jenis sudah saya bawa dengan semuanya GRATIS, alias yang bayar adalah Pemerintah.
Himbauan, agar semua kita menggunakan BPJS, karena terasa sangat menolong kita. Untuk apa gengsi, malu atau merasa rencah jika kita menggunakan BPJS?. Jika ada pada diri saudara, hal semacam itu kurang tepat. Mari sehat, saya sehat, istri sehat maka anak cucu akan senang.

Jakarta, 20 November 2019. RP.


EmoticonEmoticon